TARI PIRING
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam makalah ini saya akan
menguraikan secara rinci tari piring yang berasal dari Sumatera Barat. Saya
tertarik dengan tari piring karena
menurut saya mempunyai ciri khas yang berbeda dari tari biasanya yang ada di
Indonesia. Para penari dengan keunikannya menari dengan menggunakan piring
dikedua belah tangannya yang tidak semua orang bisa untuk melakukan itu. Selain
karena keunikan atau ciri khasnya yang membuat saya ingin tahu lebih mendalam
lagi mengenai tari piring, juga karena Padang asal dari tari piring merupakan tanah kelahiran saya. Sebelum saya
menguraikan lebih lanjut mengenai tari piring, saya akan menguraikan terlebih
dahulu apa itu seni tari, jenis tari dan macam-macam tari yang ada di
Indonesia.
1. Seni Tari
Seni tari
adalah seni yang menggunakan gerakan tubuh secara berirama yang dilakukan di
tempat dan waktu tertentu untuk keperluan mengungkapkan perasaan, maksud
danpikiran. Tarian merupakan perpaduan dari beberapa unsur yaitu raga, irama,
dan rasa.
Tari adalah
gerakan tubuh sesuai dengan irama yang mengiringinya.Tari juga berarti ungkapan
jiwa manusia melalui gerak ritmis, sehingga dapat menimbulkan daya pesona. Yang
dimaksud ungkapan jiwa adalah meliputi cetusan rasa dan emosional yang disertai
kehendak. Menurut Dr Soedarsono, tari adalah ekspresi jiwa manusia melalui
gerak-gerak ritmis yang indah.
Gerakan pada
seni tari diiringi dengan musik untuk mengatur gerakan penari dan menyampaikan
pesan yang dimaksud. Seni tari memiliki geraka berbeda dari gerakan sehari-hari
seperti berjalan. Gerakan pada tari tidak realistis tetapi ekpresif fan
estetis. Agar sebuah tarian harmonis, tarian harus memiliki unsur tersebut.
Gerakan seni tari melibatkan anggota badan. Unsur- unsur anggota badan tersebut
didalam membentuk gerak tari dapat berdiri sendiri, bergabung ataupun
bersambungan.
Pengertian seni tari secara umum
yaitu gerak badan secara berirama yang dilakukan ditempat serta waktu tertentu
buat keperluan pergaulan, mengungkap perasaan, maksud, serta pikiran.
Bunyi-bunyian yang dimaksud musik pengiring tari mengatur gerakan penari serta
menguatkan maksud yang mau di sampaikan.
Gerakan tari
tidak sama dari gerakan sehari-hari seperti lari, jalan, atau bersenam. Gerak
didalam tari tidaklah gerak yang realistis, tetapi gerak yang sudah di beri
bentuk ekspresif serta estetis. Suatu tarian sesungguhnya adalah kombinasi dari
sebagian buah unsur, yakni wiraga (raga), Wirama (irama), serta Wirasa (rasa).
Ketiga unsur tersebut melebur jadi bentuk tarian yang serasi. Unsur paling
utama dalam tari yaitu gerak. Gerak tari senantiasa melibatkan unsur anggota
badan manusia. Unsur-unsur anggota badan itu di dalam membuat gerak tari bisa
berdiri dengan sendiri, berhimpun maupun bersambungan.
2.
Jenis Tari yang ada di Indonesia
Menurut
jenisnya, tari digolongkan menjadi tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi
baru. Dansa adalah tari asal kebudayaan Barat yang dilakukan pasangan
pria-wanita dengan berpegangan tangan atau berpelukan sambil diiringi
musik.Sedangkan berdasarkan koreografinya, jenis jenis tari dibedakan menjadi :
a.
Tari tunggal ( Solo ), Tari tunggal adalah tari yang diperagakan oleh
seorang penari, baik laki-laki maupun perempuan. Contohnya tari Golek ( Jawa
Tengah).
b.
Tari berpasangan ( duet/pas de duex), Tari berpasangan adalaah tari yang
diperagakan oleh dua orang secara berpasangan. Contohnya tari Topeng (Jawa
Barat).
c. Tari
kelompok ( Group choreography), Tari kelompok yaitu tari yang diperagakan lebih
dari dua orang.
Dalam sebuah
tarian (terutama tari kelompok), pola lantai perlu diperhatikan. Ada beberapa
macam pola lantai pada tarian, antara lain :
a.
Pola lantai vertikal : Pada pola lantai ini, penari membentuk garis
vertikal, yaitu garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya.
b.
Pola lantai Horizontal : Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk
garis lurus ke samping.
c.
Pola lantai diagonal : Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk
garis menyudut ke kana atau ke kiri.
d.
Pola lantai melingkar : Pada pola lantai ini, penari membentuk garis
lingkaran.
3.
Macam-macam Seni Tari yang ada di Indonesia
a.
Tari Tradisional
Tari
tradisional merupakan sebuah bentuk tarian yang sudah lama ada. Tarian ini
diwariskan secara turun temurun. Sebuah tarian tradisional biasanya mengandung
nilai filosofis, simbolis dan relegius. Semua aturan ragam gerak tari
tradisional, formasi, busana, dan riasnya hingga kini tidak banyak berubah
b.
Tari Tradisional Klasik
Tari
tradisional klasik dikembangkan oleh para penari kalangan bangsawan istana.
Aturan tarian biasanya baku atau tidak boleh diubah lagi. Gerakannya anggun dan
busananya cenderung mewah. Fungsi : sebagai sarana upacara adat atau
penyambutan tamu kehormatan. Contoh : Tari Topeng Kelana (Jawa Barat), Bedhaya
Srimpi (Jawa Tengah), Sang Hyang (Bali), Pakarena dan pajaga (Sulawesi
Selatan).
c.
Tari Tradisional Kerakyatan
Berkembang
di kalangan rakyat biasa. Gerakannya cenderung mudah Ditarikan bersama juga
iringan musik. Busananya relatif sederhana. Sering ditarikan pada saat perayaan
sebagai tari pergaulan. Contoh: Jaipongan (Jawa Barat), payung (Melayu), Lilin
(Sumatera Barat).
d.
Tari Kreasi Baru
Merupakan
tarian yang lepas dari standar tari yang baku. Dirancang menurut kreasi penata
tari sesuai dengan situasi kondisi dengan tetap memelihara nilai artistiknya.
Tari kreasi baik sebagai penampilan utama maupun sebagai tarian latar hingga
kini terus berkembang dengan iringan musik yang bervariasi, sehingga muncul
istilah tari modern. Pada garis besarnya tari kreasi dibedakan menjadi dua
golongan yaitu:
1)
Tari Kreasi Baru Berpolakan Tradisi
Yaitu tari
kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah tari tradisi, baik dalam
koreografi, musik/karawitan, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya.
Walaupun ada pengembangan tidak menghilangkan esensiketradisiannya.
2)
Tari Kreasi Baru Tidak Berpolakan Tradisi (Non Tradisi)
Tari Kreasi
yang garapannya melepaskan diri dari pola-pola tradisi baik dalam hal
koreografi, musik, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun
tarian ini tidak menggunakan pola-pola tradisi, tidak berarti sama sekali tidak
menggunakan unsur-unsur tari tradisi, mungkin saja masih menggunakannya
tergantung pada konsep gagasan penggarapnya. Tarian ini disebut juga tari
modern, yang istilahnya berasal dari kata Latin “modo” yang berarti baru saja.
3)
Tari Kontemporer
Gerakan tari
kontemporer simbolik terkait dengan koreografi bercerita dengan gaya unik dan
penuh penafsiran. Seringkali diperlukan wawasan khusus untuk menikmatinya.
iringan yang dipakai juga banyak yang tidak lazim sebagai lagu dari yang
sederhana hingga menggunakan program musik komputer seperti Flutyloops.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana sejarah tari piring?
2.
Bagaimana bentuk penyajian tari piring?
3.
Bagaimana eksistensi tari piring di Indonesia?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui secara mendalam sejarah tari piring!
2.
Untuk mengetahui bagaimana bentuk penyajian tari piring!
3.
Untuk mengetahui eksistensi tari piring di Indonesia!
D.
Manfaat
1.
Agar pembaca dapat mengatahui bagaimana sejarah terciptanya tari piring!
2.
Agar pembaca dapat mengetahui bagaimana bentuk penyajian tari piring!
3.
Agar pembaca dapat mengetahui bagaimana eksistensi tari piring saat ini!
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah Terciptanya Tari Piring
Tari Piring atau dalam Bahasa Minangkabau disebut dengan Tari
Piriang adalah salah satu seni tari
tradisional di minangkabau yang
berasal dari kata Solok,
provinsi Sumatera Barat. Tarian ini dimainkan dengan menggunakan
piring sebagai media utama. Piring-piring tersebut kemudian diayun dengan
gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan. Tari Piring
merupakan sebuah simbol masyarakat Minangkabau. Di dalam tari piring gerak
dasarnya terdiri daripada langkah-langkah Silat Minangkabau atau
Silek.
Kehadiran piring
porselen dari China dipilih sebagai properti vital tari Piring karena desainnya
yang bagus dan memiliki nilai estetis. Gerak-gerak tari dalam
desain gerak spiral menimbulkan kesan estetis pada keseluruhan gerak yang dihasilkannya. Selain gerak spiral, terdapat juga gerak-gerak akrobatik dapat
memberikan kesan estetis dalam gerak tari piring, misalnya gerak mainjak baro
desain gerak spiral menimbulkan kesan estetis pada keseluruhan gerak yang dihasilkannya. Selain gerak spiral, terdapat juga gerak-gerak akrobatik dapat
memberikan kesan estetis dalam gerak tari piring, misalnya gerak mainjak baro
Pada awalnya,
tari ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat
setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah.
Ritual dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang
kemudian diletakkan di dalam piring sembari melangkah dengan gerakan
yang dinamis.
Setelah
masuknya agama
islam ke Minangkabau, tradisi
tari piring tidak lagi digunakan sebagai ritual ucapan rasa syukur kepada
dewa-dewa. Akan tetapi, tari tersebut digunakan sebagai sarana hiburan bagi
masyarakat banyak yang ditampilkan pada acara-acara keramaian.
Fungsi tari piring
Pada umumnya ditampilkan pada upacara adat seperti pengangkatan penghulu,
upacara perkawinan, khitanan, dan juga upacara setelah panen, yaitu upacara
yang dilakukan bagi orang yang mampu karena panennya berhasil dengan baik.
Tujuan upacara ini dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah Swt.
yang telah memberi rahmat dan rezeki dan bagi yang mempercayai mitos mereka
akan mengucapkan syukur kepada dewi padi yang disebut dengan “Saning Sri”. Dalam perkembangannya, pertunjukan tari Piring tidak
hanya ditampilkan pada upacara adat saja melainkan ditampilkan juga untuk
memeriahkan hari-hari besar lainnya, seperti peringatan hari kemerdekaan,
pameran, festival, dan penyambutan tamu-tamu.
B.
Penyajian Tari Piring
1.
Ragam Gerak Tari Piring
Ragam gerak tari
Piring ini dilakukan di atas pecahan kaca. Gerakan-gerakan tersebut adalah
sebagai berikut.
a.
Gerak
Persembahan
Gerak yang dibawakan
oleh penari pria bermakna sembah syukur kepada Allah SWT serta permintaan maaf
kepada penonton yang menyaksikan tari ini agar terhindar dari kejadian-kejadian
yang dapat merusak jalannya pertunjukan.
b.
Gerak
Singanjuo Lalai
Gerak ini dilakukan
oleh penari wanita yang melambangkan suasana di hari
pagi, dilakukan dengan gerakan-gerakan lembut.
pagi, dilakukan dengan gerakan-gerakan lembut.
c.
Gerak
Mencangkul
Gerak ini melambangkan
para petani ketika sedang mengolah sawah.
d.
Gerak Menyiang
Gerak ini
menggambarkan kegiatan para petani saat membersihkan sampah sampah yang akan
mengganggu tanah yang akan digarap.
e.
Gerak Membuang Sampah
Gerak ini
menggambarkan tentang bagaimana para petani mengangkat sisa-sisa sampah untuk
dipindahkan ke tempat lain.
f.
Gerak Menyemai
Gerak ini melambangkan
bagaimana para petani menyemai benih padi yang
akan ditanam.
akan ditanam.
g.
Gerak Memagar
Gerak ini
menggambarkan para petani dalam memberi pagar pada pematang sawah agar tehindar
dari binatang liar.
h.
Gerak Mencabut Benih
Gerak ini
menggambarkan bagaimana mencabut benih yang sudah ditanam.
i.
Gerak Bertanam
Gerak ini
menggambarkan bagaimana para petani memindahkan benih yang telah dicabut.
j.
Gerak Melepas Lelah
Gerak ini
menggambarkan bagaimana para petani beristirahat melepas lelah
sesudah melaksanakan pekerjaan mengolah sawah.
sesudah melaksanakan pekerjaan mengolah sawah.
k.
Gerak Mengantar Juadah
Mengantar juadah ini
berarti mengantar makanan kepada para petani yang
telah mengolah sawah.
telah mengolah sawah.
l.
Gerak Menyabit Padi
Gerak ini dibawakan
oleh penari pria yang menggambarkan bagaimana para petani di sawah pada saat
menyabit padi.
m. Gerak mengambil padi
Gerak ini dibawakan
oleh penari wanita saat mengambil padi yang telah dipotong oleh penari pria.
n.
Gerak Manggampo Padi
Gerakan yang dilakukan
dalam hal mengumpul padi dan dibawa ke suatu tempat.
o.
Gerak Menganginkan Padi
Gerak ini
menggambarkan padi yang telah dikumpulkan untuk dianginkan dan nantinya akan
terpisah antara padi dan ampas padi.
p.
Gerak Mengirik Padi
Gerak yang
menggambarkan bagaimana para petani mengumpulkan padi dan menjemurnya
q.
Gerak Membawa Padi
Gerak yang dilakukan
para petani saat membawa padi untuk dibawa ke tempat lain.
r.
Gerak Menumbuk Padi
Gerak yang dilakukan
untuk menumbuk padi yang telah dijemur dilakukan oleh pria, sedangkan wanita
mencurahkan padi.
s.
Gotong Royong
Gerak yang dilakukan
secara bersama yang melambangkan sifat kegotongroyongan.
t.
Gerak Menampih Padi
Gerakan yang
menggambarkan gerakan bagaimana para petani menampih padi yang telah menjadi
beras.
u.
Gerak Menginjak Pecahan Kaca
Penggabungan dari
berbagai gerak dan diakhiri oleh penari menginjak-injak pecahan kaca yang
dilakukan dengan atraktif dan ditambah dengan beberapa gerak-gerak improvisasi
penari.
2.
Pola Lantai
Tari Piring
Pola lantai yang
dipergunakan dalam tari ini adalah lingkaran besat dan kecil, berbaris, spiral,
horizontal, dan vertikal serta penempatan level bawah, leve sedang serta level
atas ditambah dengan pembagian beberapa kelompok.
Berbagai macam gerak
tari Piring tersebut dibagi ke dalam tiga fase, yaitu gerak awal yang terdiri
atas gerak pasambahan dan singanjuo lalai. Bagian tengah terdiri atas gerak
mencangkul sampai gerak menampih padi, dan bagian akhir terdiri atas gerak
menginjak pecahan kaca.
3.
Iringan Musik
Alat musik yang
digunakan untuk mengiringi tari Piring adalah talempong, gandang, seruling, dan
jentikan jari penari terhadap piring yang dipegang.
4.
Busana Penari
Busana yang digunakan
oleh penari tari piring terbagi atas busana untuk penari pria dan penari
wanita.
a.
Busana Penari pria
Busana rang mudo/baju gunting
China yang berlengan lebar dan dihiasai dengan missia (renda emas).
Saran galembong,
celana berukuran besar yang pada bagian tengahnya (pisak) warnanya sama dengan
baju.
Sisamping dan cawek
pinggang, yaitu berupa kain songket yang dililitkan di pinggang dengan panjang
sebatas lutut. Adapun cawek pinggang adalah ikat pinggang yang terbuat dari
bahan yang sama dengan bahan sesamping yang pada ujungnya diberi hiasan berupa
rumbai-rumbai.
Deta/destar, yaitu
penutup kepala yang tebuat dari bahan kain songket berbentuk segitiga yang
diikatkan di kepala.
b.
Busana penari wanita
Baju kurung yang
terbuat dari satin dan beludru, kain songket, Selendang songket yang dipasang
pada bagian kiri badan.
Tikuluak tanduak
balapak, yaitu penutup kepala khas wanita Minangkabau dari bahan songket yang
meyerupai tanduk kerbau. Aksesoris berupa
kalung rambai dan kalung gadang serta subang/anting.
5.
Pesan Tari
Piring
Adapun
berbagai pesan atau makna gerakan tari piring, yang meniru gerakan bercocok
tanam, seperti gerakan mencangkul, mencabut benih, menanam, menyiang, memagar,
menyabit padi, mengirik (menjemur) padi, mengambil padi, menganginkan padi,
menggampo padi, menumbuk padi dengan alu, gerakan membuang sampah, melepas
lelah, mengantar makanan, gerakan pasambahan sebagai rasa syukur kepada Allah
SWT dan permintaan maaf kepada penonton yang menyaksikan tari, serta gerakan
Singanjua lalai yaitu gerakan melambangkan suasana pagi hari yang
memperlihatkan suasana gadis minang yang berjalan, gerakan gotong royong dan
gerakan menginjak kaca sebagai gabungan dari beragam gerak tari.
Prosesi tari
piring mulai dari persiapan yaitu latihan dan mempersiapkan piring-piring yangtidak
ada retak sedikitpun. Saat memulai tarian biasanya diawali dengan bunyi rebana
dan gong. Si penari memulai tari piring dengan gerakan pasambahan sebagai tanda
hormat kepada penonton, dilanjutkan dengan rangkaian gerakan menanam padi
hingga panen dan diakhiri dengan gerakan memecahkan dan menginjak-injak piring.
Saat menari, penari juga mengayunkan piring sambil menghasilkan bunyi
“ting..ting..ting..” dari bagian bawah piring dan cincin yang dipakai penari.
Dan mengakhiri tarian dengan sembah penutup sebagai bentuk ucapan syukur dan
rasa terima kasih kepada penonton.
Inti dari
tari piring ini memberika pesan-pesan positif seperti kegembiraan, kebersamaan,
gotong-royong, kesejahteraan, dan kemakmuran.
Begitu
indahnya dan sangat luar biasa jika anda menonton secara langsung tari piring
ini. Anda pasti akan berdecak kagum apalagi saat penari menginjakkan bahkan
meloncat-loncat di atas pecahan kaca. Inilah salah satu aset terpenting bagi
kebudayaan Minangkabau Sumatera Barat.
C.
Eksistensi Tari Piring
Artikel ini
bertujuan untuk menjelaskan eksistensi atau keberadaan tari Piring sebagai
identitas budaya Indonesia dan khususnya bagi orang Minangkabau, baik bagi
orang Minangkabau yang berada di daerah asal maupun di daerah perantauan. Tari
Piring merupakan warisan budaya tradisional orang Minangkabau, yang digunakan
dan dilestarikan oleh orang Minangkabau dalam kehidupannya. Sehingga tari
Piring menjadi identitas budaya orang Minangkabau, Sebagai jati diri orang
Minangkabau, tari Piring mampu mengungkapkan sikap dan prilaku serta
karakteristik orang Minangkabau. Selain itu, tari Piring juga dapat berperan
sebagai cerminan dari corak kehidupan sosial budaya masyarakat Minangkabau.
Sehingga melalui pertunjukan tari Piring, masyarakat luar dapat memahami orang
Minangkabau dan budayanya. Karena itu, sampai saat ini tari Piring semakin
melekat dengan kehidupan sosial orang Minangkabau di Sumatera Barat maupun di
daerah perantauan.
Masa kini
peranan dan aktivitas tari Piring telah pula bergeser seiring dengan
perkembangan zaman yang melingkupinya. Telah terjadi berbagai pergeseran dalam
tari Piring, baik dari fungsi, kegunaan, dan nilai. Meskipun begitu, secara
esensi sampai saat ini tari Piring tetap saja merupakan sebagai jati diri orang
Minangkabau, baik bagi mereka yang tinggal di daerah asal maupun di daerah
rantau. Sehingga jika berbicara tari Piring di manapun, berarti juga bebrbicara
mengenai orang Minangkabau. Oleh sebab itu, dengan semangat mereka secara
bersama-sama masih mempertahankan keberadaan tari Piring dalam kehidupan
mereka, sebagai identitas dan warisan budaya Indonesia sehingga masa kini.
Berbicara
tentang tari piring memang tidak ada habisnya meskipun seiring berkembangnya
zaman dan banyaknya jenis-jenis tarian dari berbagai negara yang telah
mempengaruhi eksistensi tari-tari tradisional Indonesia, tari piring masih
tetap bertahan bahkan akan tetap menjadi dambaan khususnya bagi masyarakat
Minangkabau. Saat ini tari piring sudah termasuk tari yang mendunia, karena
sesuai dengan permintaan tari piring sering tampil diberbagai Negara seperti
Belanda, Amerika Serikat, Malaysia, dan Australia. Kita sebagai anak Bangsa
seharusnya patut bangga atas eksistensi tari piring yang semakin mendunia.
Sedangkan kita sebagai masyarakat Indonesia justru melupakan dan malu untuk
menarikan tari-tari tradisional Indonesia, kita tidak pernah menyadari bahwa
orang-orang dari berbagai Negara malah justru mengagumi tari piring. Bukan
hanya tari piring, kita sebagai generasi penerus bangsa harus mencintai warisan
budaya sesuai suku masing-masing.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Menurut saya
seni tari merupakan perpaduan unsur raga, irama dan rasa di waktu tertentu yang
dimaksudkan untuk keperluan tertentu seperti pengucapan rasa syukur, untuk
hiburan atau dinikmati nilai keindahannya. Menurut saya tari piring mempunyai
karakteristik yang akhirnya menjadikannya pembeda dari tari-tari tradisional
yang ada di Indonesia. Meskipun setiap tari-tarian mempunyai ciri masing-masing
tetapi menurut pandangan saya tari piring selain berkarakter juga memiliki
nilai warisan budaya Indonesia yang tinggi dan tidak ada yang memilikinya
kecuali kita Indonesia khususnya Minagkabau. Ayo, cintai dan lestarikan budaya
Bangsa!. Agar setiap warisan budaya yang ada di Indonesia tidak di kleim oleh
Negara tetangga seperti tari pendet dan reog Ponoroga beberapa waktu lalu.
B.
Saran
Saat ini
tari piring sudah termasuk tari yang mendunia, karena sesuai dengan permintaan
tari piring sering tampil diberbagai Negara seperti Belanda, Amerika Serikat,
Malaysia, dan Australia. Kita sebagai anak Bangsa seharusnya patut bangga atas
eksistensi tari piring yang semakin mendunia. Sedangkan kita sebagai masyarakat
Indonesia justru melupakan dan malu untuk menarikan tari-tari tradisional
Indonesia, kita tidak pernah menyadari bahwa orang-orang dari berbagai Negara
malah justru mengagumi tari piring bahkan mengkleim. Bukan hanya tari piring
sja, kita sebagai generasi penerus bangsa harus mencintai apa pun jenis warisan
budaya Indoneisa dengan berbagai macam keunikan dan khas suku-suku yang ada di
Negara kita ini. Ayo, mulailah dari diri sendiri dan tularkan pada orang lain
karena secara tidak langsung apa pun yang kita lakukan sedikit banyaknya akan
mempengaruhi setiap orang yang ada disekitarmu!!!.
DAFTAR
PUSTAKA
Asmayetti. (1992). Masyarakat
Minangkabau: Implementasi Sistem Matrilinial dalam acara Babako. Padang
: Taraju.
Haberman, Martin. 1985. Tari dan Komunikasi.
Terjemahan Ben Suharto. Yokyakarta: Lagaligo.
Herlinda Mansyur. (2004). “ Eksistensi Tari Piring dan Tari Galombang Pada
Masyarakat Batipuah Baruah”. Padang : FBSS UNP
Indrayuda. (2006). Tari
Minangkabau :Peran Elit Adat dan Keberlangsungan. Padang : Lemlit UNP
Ismar Maadis. (2002). ”Pergeseran Fungsi dan Kegunaan Kesenian Minangkabau dalam
Kehidupan Masyarakat Bernagari di Minangkabau” . Padang : Dinas Pendidikan Kota
Padang.
Jusmaniar. (2010). ” Tari Rantak Kudo Dalam Masyarakat Lumpo”. Padang : FBS
Universitas Negeri Padang.
Simulie, P. (2002. Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Padang:
LKAAM Sumatera Barat
Sosmita. (1998) . ”Problematika Pewarisan Tari Piriang Tapi di Desa
Pitalah”. Padang : FPBS IKIP Padang.
Susmiarti. (2007). ” Kecenderungan Gaya Tari Piring Dipengaruhi Oleh Letak
Geografis Daerah Minangkabau : Studi Kasus Pada Koreografi tari Piring Darek
dan Pasisia”. Padang : FBSS UNP.
Yosika, Welli. 2008. ” Pewarisan Tari Ntok Kudo dalam Masyarakat Rawang
Kerinci ”. Padang: FBSS UNP.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar